Indonesia sudah melakukan pemilu 11 kali, th 2004 mulai dilakukan
pemilu terbuka, saat itu pemenangnya adalah SBY menang pada putaran kedua.
Setelah quick count dirilis dan memenangkannya, rakyat mulai percaya quick
count setelah hasilnya tidak beda jauh dengan hasil perhitungan KPU.
![]() |
| Ini aseli jariku |
Sebenarnya Indonesia sudah mulai melakukan quick count sejak th
1977, LPES secara diam diam melakukan quick count tentang pemilu saat itu dan
hasilnya mencengankan karena berbeda dengan hasil yang dirilis
PPI(Panitia Pemilih Indonesia) atau KPUnya saat itu. Tapi Rustam Efendi ketuaLPES saat itu tidak berani mengumumkannya di era ORBA.
Selanjutnya th 2004, saat Pilpres dimulai dengan pemilihan
langsung oleh rakyat, quick count mulai akrab dan selalu dinanti keahdirannya.
Pilpers 2004 yang dimenangkan SBY juga tidak lepas diketahui dengan cepat lewat
quick count. Rakyat mulai percaya setelah hasil quick count tidak beda jauh dengan perhitungan KPU.
Sejak saat itu quick count selalu dinantikan kehadirannya saat
pencoblosan selesai, karena memang hasil quick count tidak pernah meleset.
Nah yang mungkin membuat kita terheran heran, kenapa kok kubu No 2
bisa mengasilkan quick count yang hasilnya berkebalikan dengan quick count yang
dilakukan lembaga survay yang sudah diakui KPU.






